Rabu, 05 Juni 2013

apa aja lah ini

Sebuah Analogi Antara Superman Is Dead, Revolusi Dan Fanatisme

Selamat malam. Tulisan saya kali ini saya tulis bukan untuk mendiskreditkan pihak manapun atau organisasi, fansbase sebutlah yang lainnya. Tulisan ini tercipta atas keprihatinan saya terhadap pola pikir masyarakat kita, khusus nya pola pikir mereka-mereka yang mengatasnamakan Outsider-Lady Rose (nama fansbase dari Superman Is Dead). Kenapa saya ambil contoh Outsider-Lady Rose? Jawabannya karena tulisan ini berangkat dari sana.

Baiklah, kronologinya seperti ini. Hari Jumat tanggal 31 Mei 2013 pukul 07:30 WIB saya iseng buka akun Facebook saya, saya masuk ke sebuah fanspage ini dan saya baca postingan-postingan yang, maaf, sangat memprihatinkan. Mereka anggota grup yang melabeli diri mereka dengan nama Outsider atau Lady Rose dengan sangat bangganya mengencingi nilai-nilai yang maha luhur dari seragam dengan almameter yang bernama perbedaan. Jika ada yang berbeda maka harus dimusnahkan, ada opini yang sedikit menyentil tentang SID atau Fansbase nya maka jalan keluarnya harus diselesaikan dengan cara di bully secara beramai-ramai, bahkan tidak jarang ada anggota-anggota yang lainnya mengancam dengan pernyataan superhero yang gagal orgasme dengan mengatakan "barang siapa yang tidak suka dengan SID, maka kami Outsider akan dengan senang hati membunuhnya". Saya heran, mereka ini Fansbase atau sekumpulan pasukan berani mati? Miris, ya dan itulah yang saya rasakan. Saya muak lalu saya tulis postingan di fansbase tsb dengan tujuan memberikan opini yang menentang tindakan-tindakan tsb? Dan apa yang saya dapat? Yap tepat! Saya di Bully habis-habisan, ada pihak-pihak menyamakan saya dengan anjing, babi, monyet dsb. Ada yang menyamakan orang tua saya dengan kotoran manusia, Ada pula yang ingin mengajak duel saya agar dapat jawaban siapa yang layak menyandang gelar The Next Of Hercules bahkan ada pula pihak yang ingin membunuh saya dengan pernyataan-pernyataan "Jika ada yang menghina SID bantai saja, singkirkan pemberontak klo perlu bunuh". Saya tidak keberatan jika saya harus di analogikan dengan binatang, yang saya pertanyakan justru apakah binatang-binatang tsb rela jika harus disamakan dengan saya? Saya juga tidak keberatan jika orang tua saya disamakan dengan kotoran manusia, toh pada akhirnya saya tetap percaya bahwa proses kelahiran saya dulu di atas kasur bukan secara tiba-tiba keluar dari lubang septitank. Apakah setiap opini harus berujung di atas bara api, terbakar musnah, diinjak-injak menjadi abu?

Saya mengenal SID sejak dari nol, awal perkenalan saya dengan band tsb terjadi di akhir tahun 1997 ketika Om saya pulang dari Bali dan membawa oleh-oleh berupa kaset tape SID lusuh tanpa pembungkus (tidak ada pula tulisan Sony Musik Indonesia di kaset tsb tentunya). Yap! Itu adalah kaset SID album Case 15. Dan apakah saat itu ada fansbase yang bernama Outsider? Tidak! Apakah banyak orang yang tahu siapa itu SID? Tidak! Saya juga tidak pernah tahu wajah-wajah personilnya seperti apa. Saat itu saya membayangkan dan beranggapan, mungkin personil-personil SID adalah spesies-spesies yang diusir dari planet Crypton karena menunggak bayar kontrakan, lalu turun ke Bumi dan membuat side project berupa sebuah band dengan tujuan mengumpulkan dana untuk melunasi pembayaran kontrakan di planet asalnya. Karena saat itu informasi tentang semesta dan tetek-bengek nya tidak seluas LCD di Smartphone kalian. Barulah di pertengahan September tahun 2002 saya berkesempatan bertatapan muka secara langsung dengan mereka di acara Puma Street Games (Senayan). Dan wow! Ternyata anggapan saya salah, ketika mereka di atas panggung mereka memakai pakaian lengkap bukan hanya celana dalam saja. Kulit mereka berwarna sawo matang bukan biru, dan tidak ada satupun dari personil mereka yang punya sayap. Setelah acara itu, barulah kemesraan-kemesraan kita (baca:saya dan SID) berangsur tumbuh, mekar, berbunga dan aroma aprodite tetap mewangi hingga sekarang.

Baiklah kembali lagi ke topik, saya hanya menyampaikan opini saya tentang pola pikir para Outsider, maaf, jika boleh saya menyebutnya dengan istilah Outsider karbitan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, mereka memvonis saya adalah bagian dari mereka-mereka yang membenci SID. Sick! Pertanyaan saya adalah, apakah Fansbase SID adalah manifestasi nyata dari SID itu sendiri? Tentu bukan kan? Jadi jika saya memberikan opini miring tentang Fansbase nya, apakah berarti saya membenci band nya? Dari vonis-vonis  para Outsider karbitan tsb yang nihil substansi, akhirnya timbulah premis-premis skeptis dari diri saya. Saya beranggapan bahwa realitas hanyalah akumulasi atas ilusi subjektivitas yang maha-terbatas, dan karenanya tidak pernah utuh. Tersusun dari kumpulan yang serba-separuh. Apalah yang lebih menyiksa ketimbang subjektivitas yang liar tak terkendali terhadap opini-opini prematur yang mereka yakini? Apakah mereka (baca:Outsider karbitan) hanyalah barisan fragmen imajiner, figmen temporer, pun imaji arbitrer?


Salah satu Hak Asasi Manusia yang paling fundamental adalah hak untuk berpikir dengan bebas. Setiap manusia boleh memiliki varian opini, baik pro maupun kontra untuk menghasilkan kesimpulan yang objektif dan berimbang pada akhirnya. Lantas apa yang terjadi jika seandainya kebebasan berpikir diintervensi dengan sanksi? Masihkah layak disebut ‘asasi’? Ketika individu dilatih dan ditempa untuk bersikap skeptis dan kritis terhadap segala sesuatunya, sementara suara lirih mereka untuk menyuarakan aspirasi dibungkam semena-mena demi kepentingan salah satu pihak semata. Bukankah SID yang para Outsider karbitan agung-agungkan itu selalu menyuarakan tantang kebebasan, kesetaraan dan Hak Asasi Manusia? Disini terjadi paradoks yang jungkir balik.
Saya sadar, bahwa SID melalui lirik-lirik di lagu mereka menentang keras sikap fanatisme sempit terhadap sesuatu yang kita banggakan. Ironi adalah ketika SID menggunakan peluru untuk menembak sikap-sikap fanatisme sempit itu justru malah diarahkan ke fansbase mereka sendiri. Peluru yang seharusnya bisa digunakan untuk mereka-mereka yang berada di luar lingkaran SID justru dirampok oleh mereka-mereka yang berada di dalam lingkaran tsb. Cih! Hal-hal yang mungkin remeh inilah yang kemudian menggiring saya dan teman-teman diluar sana, termasuk mungkin anda yang membaca tulisan ini untuk tidak menempatkan diri kita pada embel-embel fansbase Outsider/Lady Rose. Karena mungkin konklusi dari personality adalah embrio yang menolak untuk menjadi robot imaji dalam komunitas yang lagi-lagi nihil substansi. Bicara tantang SID maka kita bicara tentang musik. Bagi saya, eksistensi musik di jagat raya jauh melampaui kemunculan manusia maupun makhluk hidup lainnya. Difusi antar dimensi, suara, dan nuansa adalah bahan dasar pembentuk musik yang natural. Yang alami. Manusia hanya memanifestasikan keahliannya untuk merekonstruksi dan mengkreasikan suara-suara tadi menjadi sesuatu yang dapat mereka nikmati. Juga sesuatu yang dekat dengan mereka secara personal. Antara musik dan manusia, keduanya saling berkelin dan bersimbiosa dalam harmoni. Inilah yang membuat saya super muak dengan spesies-spesies yang sembunyi atas nama fansbase dan menggap diri mereka maha sejati dalam mencintai band pujaan nya tapi justru secara terang-terangan mengencingi nilai-nilai luhur dari apa yang disuarakan oleh band pujaan nya. Saran saya, jika kalian ingin mengkonsumsi komedi satir tak perlu harus repot-repot menonton para dagelan di televisi. Cukup dengan mengingat pernyataan Jrx yang menyatakan "Konsep kebebasan yang fanatik adalah ketika kebebasan itu malah menekan/merampas hak hidup orang lain." lalu analogikan pernyataan tsb dengan polah,pola pikir dan tingkah para Outsider karbitan tsb.

Sekali lagi, saya tidak membenci SID. Hingga semesta kehilangan nilai ke-semestaan-nya, romantika saya dengan SID akan tetap terjaga ASRI. Saya mencintai misteri, oleh sebab itu saya tidak follow salah satu akun Twitter personil SID yang saya idolakan agar dia tetap menjadi misteri di hidup saya. Yang saya benci adalah sikap-sikap fanatik sempit dari kalian semua yang memakai tameng Outsider/Lady Rose dan men-tuhan-kan pola pikir picik hasil cuci otak sinetron. Saya muak dengan kalian yang mengkonsumsi secara rakus sebuah lakon tanpa filterisasi protagonis-antagonis layaknya produk-produk dari restoran siap saji, dan mewarisi wabah eskatologi dengan otak yang terkontaminasi doktrin robot supremasi difusi ereksi.
"Perang, perdamaian, kehancuran, kedigjayaan. Apa penyebab semua itu? Jika dirangkum, semua esensi nya bermuara di Cinta." JRX
Yap! Kecintaan kalian yang melebihi batas, kecintaan kalian yang buta makna dan kecintaan kalian yang berujung dengan sikap fanatik, akan menjadikan kalian semua sebagai metafora tentatif di tiap nafas revolusi yang SID suarakan. Selamat malam.

Rabu, 29 Mei 2013

anti virus terbaik

5 Antivirus Gratis Terbaik 2013 - antivirus merupakan software yang wajib di instal di komputer/ laptop agan, ok mungkin agan sudah tahu akan hal tersebut ma'af jika garing, nah sekarang hal yang perlu agan ketahui adalah free antivirus terbaik di tahun 2013, mungkin agan pengguna AVG, Avast, Avira, Smadav atau yang lain nya, ingat ya antivirus gratis no crack no fake serial etc.

Ok berikut 5 Antivirus Gratis Terbaik 2013 hasil saya search

5. Microsoft Security Essentials 
Unggul dalam bidangnya membuat Microsoft tampil terdepan untuk sebuah antivirus yang tersemat di operasi sistem Windows 7 besutannya. Melindungi PC sepanjang waktu dari serangan virus, spyware, dan program merugikan lainnya. Microsoft security essentials ini tentu saja gratis anda gunakan. Kabarnya antivirus dari Microsoft muncul kekhawatiran dari antivirus lainnya sebab keunggulan yang ditawarkan sudah menyamai versi Premium dan sangat mudah digunakan.


antivirus gratis - microsoft security esentials

4. Avira Free antivirus 2013
Salah satu program ampuh yang juga diminati di pasar software antivirus sebab sangat bagus kinerjanya dalam mendeteksi serangan virus, spywarem dan rootkit threat. Juga ampu mendeteksi berbagai malware yang mengganggu. Sayangnya, versi gratisan ini tidak bisa otomatis melacak datangya email yang masuk yang dikhawatirkan disusupi oleh virus jahat. Sehingga anda harus melakukan proses pemindaian secara konvensional.

antivirus gratis - avira

3. Ad-Aware Free Antivirus
Lebih ramping, lebih kejam, lebih cepat. Antivirus+ gratis Ad-Aware menggabungkan kami Anti-spyware legendaris dengan Antivirus yang super cepat dan gratis. Itu sekarang fitur download perlindungan (blok file jahat sebelum sedang ditulis ke disk), sandboxing (membuat tidak diketahui aplikasi berjalan dalam lingkungan virtual) dan advanced pendeteksian - antivirus gratis yang paling kuat kita belum.


antivirus gratis - ad-aware free antivirus

2. AVG AntiVirus Free 2013
Siapa yang tidak kenal dengan AVG, sudah malang melintang di dunia program antivirus berbagai penghargaan di sabetnya. Kenyang akan pengalaman sebagai musuh virus, layak dijadikan perhatian utama kita kali ini sebagai antivirus top dan ampuh melindungi komputer pribadi. Meski gratis layanannya tidak kalah juga dengan versi premium lainnya anda juga bisa mengupgradenya menjadi premium dengan mudah sekali jika anda mau. AVG sangat praktis dan mudah digunakan proses installnya juga hanya butuh beberapa menit saja.

antivirus gratis - AVG Antivirus 2013

1. avast
Avast antivirus ini tersedia dalam 2 versi gratisan dan berbayar. Hadir sangat lengkap melindungi komputer dari serangan virus dan sebangsanya. Mesin satu ini dilengkapi pula senjata melawan spyware, firewall, mengidentifikasi website yang terkandung virus, dan antispam sebagai perlindungan ganda komputer anda. Sangat muda digunakan dan aman untuk semua sistem komputer.

antivirus gratis - avast

Sudah tahu kan urutan 5 Antivirus Gratis Terbaik 2013, sekarang di no urut berapakah antibiotics antivirus agan atau sista ? silahkan di jawab melalui kolom komentar di bawah ini. 

Terimaksih semoga info ini berguna bagi anda.

Selasa, 28 Mei 2013

Biografi THE GAZETTE

BIOGRAFI

Gazette bermula pada awal tahun 2002, terdiri dari lima angota yang kesemuanya laki-laki, meski masih muda, mereka sudah cukup berpengalaman di dunia musik. Tiga dari personelnya telah bekerjasama di band-band lama (Ma’die Kusse dan Kar+te=zyAnose); dimana vokalisnya adalah Ruki, salah satu gitarisnya Uruha dan bassisnya Reita. Dua mantan member dari Artia melengkapi formasi awal ini; Aoi pada Gitar dan Yune pada drum. Setelah resmi bergabung di label Matina, mereka merilis single pertama, Wakaremichi, dan sebuah video dalam bentuk VHS pada bulan April, melalui berbagai acara dan perilisan omnibus dengan segera mengangkat nama mereka. Band ini pun sukses menggelar oneman pertama pada bulan Oktober di tahun itu. Pada akhir tahun mereka ikut ambil bagian di acara "FINAL PRELUDE 2002~2003 Matina PRESENTS" karena label Matina ini akan bubar.

Pada tahun 2003, Yune menggumumkan akan meninggalkan Gazette. Dia dengan segera digantikan oleh Kai (ex Mareydi†Creia) dan band ini lalu bergabung dengan label PS Company. Mereka ambil bagian di tur pertama bersama dengan rekannya dari band indie Hanamuke, dan merilis mini album pertama Cockyane Soup selanjutnya diikuti dengan perilisan dua mini album lainnya dua bulan sesudahnya. Pada sisa tahun, mereka melanjutkan dengan mengadakan tur Beauti-Fool's Fest 2003 bersama dengan artis lainnya seperti Merry dan D'espairsRay.

Gazette menggebrak tahun 2004 dengan mengadakan oneman di Shibuya AX (konser ini kemudian dirilis dalam bentuk DVD) dan saat itu juga mereka membuka fan club secara resmi. Mendekati akhir tahun, band ini merilis DVD live kedua dan kemudian mereka memberikan fans mereka apa yang telah dinantikan lebih dari dua tahun, yaitu album perdana mereka Disorder. Di bulan Desember, mereka ikut berpartisipasi di Beauti-Fool's Fest dan menggelar sebuah tur kecil.

Tahun 2005, Gazette nampaknya mengerahkan seluruh waktu mereka di bis tur atau di panggung karena hampir tiada hentinya mereka menggelar tur ke seluruh negeri. Beberapa item dirilis di antaranya tur dan photobook pertamanya "Verwelktes Gedicht", yang dijual di bulan September. Akhirnya mereka beristirahat singkat hingga bulan Desember yang dilanjutkan dengan keikutsertaannya pada acara "PEACE & SMILE CARNIVAL TOUR 2005" dengan memakai nama label dan merilis single Cassis yang menjadi single terakhir yang dirilis dibawah nama Gazette.

Tahun 2006 merupakan tahun yang sangat sibuk untuk Gazette. Mereka mengganti nama dari ‘Gazette’ yang ditulis dalam huruf Jepang, menjadi The GazettE, ditulis dalam bahasa Inggris, band ini menggebrak tahun itu dengan merilis sebuah album baru Nil. Mereka dengan segera melakukan tur besar-besaran, menjangkau seluruh Jepang dengan lebih dari tiga puluh pertunjukkan. Tur finalnya diadakan di Nippon Budokan, salah satu tempat penyelenggaraan terbesar di Jepang, dan habis terjual. Mereka juga mengadakan pertunjukkan Eropa pertamanya di Jerman pada akhir Juli, untuk menyenangkan fans internasional mereka. Kemudian masih di tahun itu, mereka membuka homepage resmi versi bahasa inggris pada bulan Oktober.

Mereka mengakhiri 2006 dan mengisi tahun 2007 dengan jadwal tur dan single-single baru sebelum mengumumkan perilisan album baru STACKED RUBBISH pada musim panas, dan penyelenggaran dua buah tur. Tur pertama akan dimulai pada awal Juni, yang diadakan dari musim panas hingga gugur, dan tur keduanya akan menutup bulan musim dingin. Untuk menyenangkan para fans internasional mereka, The GazettE memutuskan untuk kembali ke Eropa dengan mengadakan sebuah rangkaian tur kecil yang akan diadakan di Jerman, Perancis, Finlandia, dan Inggris pada bulan Oktober.

Senin, 27 Mei 2013

SUPERMAN IS DEAD

About Superman Is Dead

SID, punk rock pioneers of Bali, were born and bred in Kuta Rock City. The band is three chord attitude-heavy young men, by name : Bobby Kool (lead vocal, guitar, a dog lover and a graphic designer) , Eka Rock (low ridin' family man, beer drinker, laid back bass and backing vocal and a warm smilin' Rock 'N Roll bandman, IT warior) , Jrx (low ridin' beer drinking Rock 'N Roll prince charming, drummer and a hairwax junkie, Bar owner) The name 'Superman is Dead' started its' evolution from Stone Temple Pilot's "Superman Silvergun". The name moved on to "Superman is Dead" cause they like the idea that there's no such thing as a perfect person out there.
SID actually stumbled together in '95, drawn by their common love of Green Day and NOFX. Their influences soon extended to the punk 'n roll genre a la Supersuckers, Living End and Social Distortion, and here they stay. They say what they wanna say, how they wanna say it. In your face, to say it precisely.
SID public image, self described, is "Punk Rock a Bali" (think raw energy of NOFX vs Social Distortion supersonically fueled with beer-soaked Balinese Rockabilly attitude).
History ? SID produced their first three albums independently (the boys worked years of crappy night jobs), with fabulous, small scale indie labels 1997 "Case 15", 1999 "Superman is Dead", 2002 "Bad Bad Bad"(mini album, 6 tracks).
In March 2003, SID finally signed with Sony-BMG Indonesia after extended negotiations regarding their right to sing the majority of their tracks in English and have full artistic rights over their 'image'!! With that decision they single handedly became the first band from Bali to be invited to sign with a major recording label in Indonesia, the first band in their nation (to my knowledge) to be recording majority of songs in English and the first punk band in Indonesia to get the national exposure and promotion that working with a major label in a third world country provides. And so the history of Indonesian Punk Rock begins!
And as for the question that everyone wants to know, the infamous bomb in Bali happened about 75 M from their home, hangout center, punk rock boutique, bar and rehearsal studio that is also Jrx' house, in the heart of Kuta.
After panel beating back the rolling doors of the studio and shifting a little debris, rehearsals continued as usual. Yeah, they saw a lot, it sucked big time, but its' not gonna stop 'em!
And where are they now? At the end of 2002, one of the more respectable music mags here cited SID as "The Next Big Thing" for 2003. With the release of their fourth album "Kuta Rock City" followed by major air play nationally and in some countries overseas, coupled with the instant popularity of their newest film clip.
SID suddenly find themselves touring continuously throughout Indonesia. Last week they were in four major Indonesian cities, on three islands, in 7 days! Sometimes playing for free at underground scene clubs, sometimes at street skate parties or alternative band festivals, at lots of universities and even occasionally at "classy" venues who would have probably denied them entrance years ago!
Which means more beers for all.
In 2003 SID even got a mention in Time Asia.
They also won a few music awards “MTV Awards for The Best New Artist 2003”, “AMI Awards for The Best New Artist 2003” and nominated again in “AMI Awards 2006 for The Best Rock Album”.
October 2007, they did an amazing Australian tour, 8 cities, 16 gigs, 33 days with their strong D.I.Y work ethic.

June – July 2009, Superman Is Dead held An American Tour, 16 Gigs in 16 cities. 11 gigs of them were the ‘ Vans Warped Tour’ and the last 5 gigs were ‘From Bali With Rock’. They did a very hard work to succeed this excited tour, had crossed the big land from westcoast to eastcoast and got back to westcoast.

SID had share stages with international bands such as International Noise Conspiracy, NOFX, MXPX and Hoobastank.
They remain proud, boys from the streets of Kuta with a love of punk rock, beers and a good time. Ready for whatever comes next, excited about the next gig.

LANGKAH FENOMENAL SID
• August 2002, Openning Act Hoobastank, Hard Rock Hotel, Kuta, Bali
• Superman Is Dead “Hot & Freaky People 2003” MTV Trax Magazine January 2003
• June 2003 Superman Is Dead “MTV Exclusive Artist of the Month”
• Double Platinum Sony Music for Kuta Rock City Album
• 2003, MTV Award “Most Favorite New Artist”
• 2003, AMI Award “The Best New Artist”
• 2004, SCTV Music Awards “The Most Famous Album Nominee, Pop Rock Category” for Kuta Rock City Album
• 2006, AMI Awards “The Best Rock Album Nominee” for Black Market Love Album
• 2006, “Superman Is Dead The Best Local Band” The Beat Awards.
• 20 the best Indonesian Album 2006 for The Black Market Love Album. Rolling Stones Magazine Januari 2007
• April 2007, SID Opening Act for American Punk Rock Band NOFX at Hard Rock CafĂ©, Kuta, Bali.
• Soundrenaline Sound of Change 2007 Jimbaran Bali, “Message of Change” Artist Nominee.
• 17 June 2007, Guest Star Artist “Final Gudang Garam Rock Competition” Jakarta
• October 2007, Superman Is Dead did an amazing Australian tour, 8 cities, 16 gigs, 33 days.
• 150 the Best Indonesian Album for Kuta Rock City Album. Rolling Stones Magazine, Special Collectors’ Edition Desember 2007.
• 50 Hype Things in Indonesian Music Industrial 2008 for Superman Is Dead.
• Trax Music & Attitude Magazine Edition Januari 2008.
• 2008, Openning Act MXPX Jakarta.
• “SID as a New Icons of Bali”. Yak Magazine Maret, April, May 2008.
• June 2009. Superman Is Dead American Tour. Played 11 gigs and cities of 'Vans Warped Tour' , and the last 5 gigs and cities were 'From Bali With Rock Tour'

VIDEOGRAPHY

2002 “White Town” Album “Bad Bad Bad” Director by Outsider Film
2003 “Kuta Rock City” Album ”Kuta Rock City” Director by Rizal Mantovani
2003 “Punk Hari Ini” Album “Kuta Rock City” Director by Ridwan
2004 “Muka Tebal” Album ”The Hangover Decade” Director by Outsider Film
2004 “Rock ‘N Roll Band” Album “The Hangover Decade” Director by Outsider Film
2004 “Disposable Lies” Album “The Hangover Decade” Director by Umum Production
2006 “Bukan Pahlawan” Album “Black Market Love ”Director by Eric Est Movie
2006 “Black Market Love” Album “Black Market Love” Director by Bob Calabrito
2007 “Menginjak Neraka” Album “Black Market Love” Director by Eric Est. Movie
2007 “Lady Rose” Album “Black Market Love ”Director by Eric Est. Movie
2007 “Goodbye Whiskey” Album “Black Market Love” Director by Outsider Film
2008, Superman Is Dead Rock-A-Bali Australian Tour 2007, Produksi outSIDer Inc, Format DVD, For Promotional Stuff Not for Sale
2009, " Kuat Kita Bersinar " Album " Angels and The Outsiders" Director by Patrick Effendy
2009, " Jika Kami Bersama- Featuring Shaggy Dog " Album " Angels and The Outsiders" Director by Patrick Effendy
2009," Saint Of My Life" Album " Angels and The Outsiders" ,A footage music video from SID American Tour 2009

Some Videos have been uploaded at Youtube.com Please click the URL to check'em out :
http://www.supermanisdead.net/nl.php?id=88

DISCOGRAPHY

INDIE ALBUM

Case 15, 1995 , Produksi Independent Intertainment, Format Cassette
Superman Is Dead,1998, Produksi Rizt Clothing, Format CD & Cassette
Bad Bad Bad, 2002, Produksi Rizt Cloth.& Suicide Glam, Format CD (mini album)
Bad Bad Bad, 2002, Produksi Spills Record, Format Cassette

INDIE COMPILATION
100% Attitude, 1999, Produksi Lunatic Records, Format Cassette
No Place To Get Fun, 2002, Format Cassette
New Generation Calling, 2003, Produksi Spills Record, Format Cassette
Video Kami “A Rock Society” 2006, Video Clip “Menginjak Neraka”, Produksi A Mild Live Production, Trend Setter Magz & The Blado Ent. Format VCD (Not For Sale)


MAJOR COMPILATION
Fantastic Bands, April 2005, Produksi Sony Music, Format CD & Cassette
Class Rock “Today’s Sensation”, Produksi Sony Music October 2004, Format CD & Cassette
A Mild Live Soundrenaline 2004, Produksi Sony Music & A Mild Live, November 2004, Format CD & Cassette
Planet Rock, Produksi Sony Music, August 2005, Format CD & Cassette

MAJOR ALBUM
Kuta Rock City, 2003, Produksi Sony Music Indonesia, Format CD & Cassette
The Hangover Decade, 2004, Produksi Sony Music Indonesia, Format CD & Cassette
Black Market Love, 2006, Produksi Sony BMG Indonesia, Format CD & Cassette
Angels and The Outsiders, 2009. Produksi Sony Music Indonesia, format CD & Cassete

ORIGINAL SOUND TRACK
D’ BIJIS, Produksi Sonny Music & Class Movie, January 2007, Format CD & Cassette
Please visit our detail discography page : http://supermanisdead.net/discography.php

Sejarah Musik Rock Dunia

Sejarah Musik Rock Dunia


Genre musik rock yang di dominasi oleh suara gitar meraung-raung, betotan bas, drum yang rame dan suara vokal yang melengking-lengking ini asal mulanya berakar dari musik rock n roll. Di negara asalnya paman sam, rock di kenal sebagai musiknya orang negro. Di awal tahun 1950an orang berdebat mengenai akar dari musik rock and roll ini.  Musik rock pada dasarnya merupakan eksplorasi dan pengembangan dari musik blues dan rhythm. Blues dan rhythm lalu memproduski sebuah lagu yang oleh beberapa orang diklaim sebagai lagu rock and roll pertama berjudul 'Rocket '88' oleh Jackie Brenston. Dari situ banyak orang ber asumsi bahwa "rocket 88" merupakan cikal bakal lahirnya musik kenceng ini.

Rock and roll mulai muncul sebagai gaya baru dalam bermusik di Amerika pada akhir tahun 1940-an sebagai percabangan musik country dan western produk budaya orang Amerika berkulit putih, dan musik rhythm and blues (R&B) yang merupakan produk budaya orang Afrika-Amerika. Unsur-unsur rock and roll sebenarnya sudah bisa didengar pada lagu-lagu country tahun 1930-an dan lagu-lagu blues dari tahun 1920-an. Walaupun demikian, genre musik yang baru ini tidak disebut "rock and roll" hingga pada tahun 1950-an. Bentuk awal rock and roll adalah rockabilly yang memadukan unsur-unsur R&B, blues, jazz, dan dipengaruhi musik folk Appalachia serta musik gospel. Bila ditelusur lebih jauh lagi, cikal bakal musik rock and roll bisa ditemukan di daerah slum Five Points, kota New York pada pertengahan abad ke-19. Di daerah tersebut untuk pertama kalinya terjadi percampuran antara tari Afrika yang ritmis dengan musik Eropa, khususnya musik untuk tari rakyat jig asal Irlandia yang sangat melodius.
Penyanyi gospel berkulit hitam dari daerah Selatan Amerika Serikat menggunakan istilah "rocking" untuk menyebut sesuatu yang mirip dengan proses pengangkatan yang akan dialami orang yang percaya di akhir zaman. Istilah "rocking" pada akhir dekade 1940-an menjadi bermakna ganda, "menari" dan juga "seks", seperti pada lirik lagu "Good Rocking Tonight" yang dibawakan pemusik blues Roy Brown. Lagu seperti ini biasanya hanya diputar stasiun radio yang menyiarkan musik orang Afrika-Amerika dan jarang didengar kalangan orang berkulit putih.

Pada dekade 1920-an dan 1930-an, orang kulit putih di Amerika banyak menyenangi pemusik berkulit putih yang memainkan musik jazz and blues milik orang Afrika-Amerika. Musik yang sama namun bila dimainkan pemusik berkulit hitam justru sering tidak mendapat sambutan. Pemusik R&B berkulit hitam yang digemari orang berkulit putih cuma sedikit, di antaranya yang menonjol adalah Louis Jordan, Mills Brothers, dan The Ink Spots. Semasa lagu-lagu baru belum banyak diciptakan, lagu hit di awal era rock and roll banyak merupakan rekaman ulang dari lagu R&B atau blues yang sudah dikenal sebelumnya. Genre musik blues nantinya terus memberi inspirasi bagi para pemusik rock. Pemusik blues bergaya Delta blues seperti Robert Johnson dan Skip James menjadi inspirasi bagi pemusik rock Inggris The Yardbirds, Cream, dan Led Zeppelin.

Pada tahun 1951, Alan Freed, seorang DJ di Cleveland, Ohio mulai memutar jenis musik yang diperkirakannya bisa disukai pendengar dari berbagai kalangan dan ras. Alan Freed disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali menggunakan istilah "rock and roll" untuk musik R&B yang gembira dan energetik. Sewaktu bekerja sebagai DJ di stasiun radio WJW di Cleveland, Alan Freed mengadakan konser rock and roll yang pertama. Konser dilangsungkan 21 Maret 1952 dan diberi nama "The Moondog Coronation Ball". Acara dihadiri penonton yang sebagian besar orang Afrika-Amerika, tapi harus diakhiri sewaktu baru saja mulai karena penonton yang luar biasa padat. Setelah konser yang pertama sukses, Alan Freed terus mengadakan berbagai pertunjukan rock and roll yang banyak ditonton orang berkulit hitam dan berkulit putih. Pertunjukan seperti ini membantu penyebaran gaya musik Afrika-Amerika di berbagai kalangan.
Pengamat musik sering berdebat mengenai pemusik yang berhak dicatat sebagai pembuat rekaman rock and roll yang pertama. Sister Rosetta Tharpe sudah merekam musik yang penuh dengan teriakan dan hentakan pada tahun 1930-an dan 1940-an. Gaya bermusiknya mirip dengan ciri khas rock and roll di pertengahan tahun 1950-an. Sister Rosetta sudah menduduki tangga lagu pop pada tahun 1938 dengan lagu-lagu berirama gospel seperti "This Train" dan "Rock Me", serta dilanjutkan pada tahun 1940-an dengan "Strange Things Happenin Every Day", "Up Above My Head", dan "Down By The Riverside". Pemusik lain yang menyanyikan lagu gospel/blues dengan iringan piano boogie adalah Big Joe Turner dengan "Roll 'em Pete". Lagu ini direkamnya pada tahun 1939, tapi hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan gaya rock and roll tahun 1950-an. Artis yang merilis rekaman mirip rock and roll pada dekade 1940-an dan awal tahun 1950-an, di antaranya: Roy Brown ("Good Rocking Tonight", tahun 1947), Paul Bascomb ("Rock and Roll", 1947), Fats Domino ("The Fat Man," 1949), Big Joe Turner ("Honey, Hush", 1953, dan "Shake, Rattle and Roll", 1954), serta Les Paul and Mary Ford ("How High the Moon," 1951).

Artikel majalah Rolling Stone terbitan tahun 2004 menyatakan singel pertama Elvis Presley produksi Sun Records yang berjudul "That's All Right (Mama)" adalah rekaman rock and roll yang pertama.[1]. Sementara itu, lagu hit "Bo Diddley" dan "I'm A Man" oleh Bo Diddley dikatakan sebagai perintis beat baru yang menghentak, serta memperkenalkan cara bermain gitar yang unik dan menjadi inspirasi bagi pemusik lain.
Lagu "Rock Around the Clock" oleh Bill Haley adalah lagu rock and roll pertama yang menduduki puncak tangga lagu majalah Billboard untuk angka penjualan dan jumlah pemutaran lagu (airplay) di radio. Bill Haley membuka pintu bagi gelombang baru kebudayaan pop yang disebut rock and roll. Pemusik-pemusik lain yang menciptakan lagu hit di periode awal rock and roll adalah Chuck Berry, Little Richard, dan kelompok vokal bergaya doo-wop. Sementara itu, di dunia musik pop berjaya para penyanyi yang sudah menjadi bintang sejak dekade sebelumnya, misalnya Eddie Fisher, Perry Como, dan Patti Page. Di periode awal rock and roll, mereka mulai menemui kesulitan menempatkan lagu-lagu pop di tangga lagu akibat terhalang lagu rock and roll.
Musik rock and roll dan boogie woogie keduanya menggunakan satu bar (birama) delapan ketuk dan sama-sama memainkan progresi kord blues 12-bar. Walaupun demikian, rock and roll lebih menekankan pada backbeat dibandingkan boogie woogie. Little Richard memadukan piano boogie-woogie dengan backbeat yang berat dan menyanyikannya dengan suara berteriak akibat terpengaruh gaya menyanyi musik gospel. Pemusik seperti Ray Charles dan Smokey Robinson memuji gaya bernyanyi Little Richard yang dikatakannya membawa warna baru dalam musik. James Brown memuji Little Richard sebagai pemusik yang pertama kali memasukkan unsur musik funk ke dalam beat rock and roll. Elvis Presley turut menyebut Little Richard sebagai sumber inspirasi. Walaupun demikian, perpaduan unsur-unsur musik seperti yang dilakukan Little Richard bukan hal yang baru. Sebelum Little Richard, sudah banyak sekali pemusik yang melakukan hal yang sama, misalnya Esquerita, Cecil Gant, Amos Milburn, Piano Red, dan Harry Gibson. Gaya liar Little Richard dalam berteriak dan menyerukan "wuuu wuuu," sebenarnya sudah digunakan Marion Williams dan banyak lagi penyanyi gospel wanita pada tahun 1940-an. Roy Brown juga sudah meneriakan "yoooooww" jauh sebelum Richard melakukannya dalam lagu "Ain't No Rockin no More".

Seiring berjalannya waktu, black musik yang dianggap sebagai musik 'ras' kulit hitam, ini mulai disukai kalangan dan menjadi mainstream pop di amerika. akan tetapi orang kulit putih hanay mendengarkan musik rock ketika lagu rock terseburdibawakan oleh orang kulit putih.

Di akhir tahun 1950an dan awal tahun 1960an kebanyakn pendengar muda mendengarkan campuran dari musik rock and roll, pop dan R&B. Rock bagaimanapun masih dilihat sebagai jenis musik sendiri sampai akhir tahun 1960an dengan adanya Motown, The Beatles, Rolling Stones dan aliran rock keras seperti Led Zeppelin dan Jimi Hendrix. Sebenarnya musik rock yang berakar dari musik rock n roll sudah di kenal sejak tahun 1940an.  Istilah slang "rock and roll" bahkan lebih tua lagi, pada tahun 1922 istilah rock n' roll sering dipakai orang berkulit hitam untuk menyebut hubungan seks Penyanyi wanita Trixie Smith pertama kali menggunakan istilah "rock and roll" dalam lagu "My Baby Rocks Me With One Steady Roll" yang diedarkan tahun 1922.
Musik rock mulai mendunia pada dekade 50an seiring dengan kepopuleran elvis presley di susul dengan kemunculan the beatles dari liverpool inggris yang lagu-lagunya menjadi hits dan telah menghipnotis banyak orang di seluruh dunia. 
Kepopuleran rock and roll secara massal dan mendunia ternyata menimbulkan dampak sosial yang tidak terduga. Rock and roll bukan saja memengaruhi gaya bermusik, tapi sekaligus gaya hidup, gaya berpakaian, dan bahasa. Selain sukses di dunia musik, bintang-bintang di periode awal rock and roll juga sukses di dunia